Melihat Corona atau (Covid-19) dari sudut pandang Psikologi
"Harapanku
untukmu adalah agar hidup ini berjalan sesuai keinginanmu. Impianmu tetap
besar, kegelisahanmu selalu kecil, dan kau tak akan mendapatkan beban yang
melebihi kemampuanmu."
Panik
adalah keadaan subjektif, emosional dan sebagaian besar yang dapat kita amati
adalah perilaku, kata Oppenheim. Hampir
setiap hari media massa baik konvensional maupun media sosial (medsos)
mengupdate pemberitaan tentang wabah virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.
Pada umumnya perkembangan angka korban wabah Corona menjadi hal penting bagi
pembaca. Namun di balik pemberitaan yang menjadi konsumsi masyarakat ini malah
menimbulkan efek kekhawatiran karena mengikuti update Corona secara tidak
langsung merasa tidak aman atau insecure,
sampai panik ketika terlalu banyak membaca informasi mengenai virus Corona. Kondisi insecure merupakan hal yang wajar
dilakukan oleh seseorang ketika alam bawah sadarnya merasa terancam dengan
lingkungannya, sehingga seseorang mulai melakukan perlawanan terhadap ancaman
tersebut. Bagi saya hal itu adalah kondisi di mana otak kita sering menerima
informasi yang negatif yang buat pikiran jadi stres, dan stres menjadi situasi
yang sangat tidak menguntungkan untuk tubuh kita,"
Saya
menyarankan agar kita tetap tenang meski sedang berada di tengah pandemi Corona
Covid-19. Selagi berjuang untuk mencegah penyebaran, berpikir positif menjadi penting
di situasi seperti ini. "Yang penting kita mesti berpikir positif, bersikap
positif, bertindak positif," Perasaan cemas dan gelisah yang muncul di
saat corona Covid-19 adalah sesuatu yang wajar. "Semua gejala-gejala itu, menurut saya adalah situasi yang normal.
Jadi itu adalah respon yang normal di kondisi yang tidak normal," Hal ini
muncul karena adanya ketidakpastian dan ketakutan sehingga menimbulkan
kecemasan tersendiri. Perasaan seperti ini dengan sendirinya bisa menurunkan
sistem imun. Ini penting untuk tetap berpikir positif serta tetap menjalankan
kegiatan di rumah yang aktif dan produktif. Berpikir sehat dan tidak cemas
merupakan salah satu kondisi yang mendukung untuk melawan wabah virus Covid-19.
Hal itu dilakukan dengan didampingi perilaku hidup bersih dan sehat serta
disiplin. Kita bisa melawan corona bila berpikir sehat dan tidak cemas.
Dalam menghadapi kondisi yang tidak biasa seperti pandemi saat ini, kita sebagai
masyarakat harus bisa memanajemen emosi, khususnya rasa cemas dan kekhawatiran
berlebih kepada COVID-19. Hal itu perlu difasilitasi, terlebih masalah yang
dihadapi masyarakat lebih banyak dari situasi biasa. Situasi seperti ini akan
menjadi pertanyaan sampai kapan kita bisa kembali menjalani kehidupan normal.
Karena menanti kecemasan yang tidak pasti membuat banyak orang semakin
ketakutan, maka informasi yang bagus merupakan hal yang penting, menurut saya "Jika
kita dapat mengelola ketakutan, maka kita dapat mengurangi kepanikan dalam
situasi seperti ini, jadi saat ini yang terpenting dan harus dimengerti bersama
adalah patuhilah himbauan pemerintah terkait penyebaran Covid 19 dengan cara cuci
tangan sesering mungkin, terapkan social
distancing, jauhi kerumunan, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, lakukan
aturan bersin yang benar, dan stay at home.

Trimakasih kk buat pencerahan....
BalasHapusB mau tanya kira2 Cemas dan Bosan itu berbeda tingkatan ko dlm psikisnya ktg.
Atau sama sa. Soalnya ktg yang dikos ini cemas sih sonde tapi klu bosan iya.
Mungkin kk ada tips buat ktg yg bosan2 dikos😁😁
Cemas lebih bersifat irasional karena tdk memiliki alasan ataupun objek ketakutan yg jelas & belum pasti kk. Sedangkan Bosan itu keinginan untuk kita berenti dr rutinitas & keadaan yg monoton, nah knapa kita bosan, krna kita tdk pernah merasa puas dgn apa yg kita miliki. Cra menghilangkan rasa bosan minimal, nikmatilah kebisanan itu mka kita akan terbebas drnya. Bgmna bisa nikmati itu kebosanan? Jwbannya tanyakan kembali ke diri sendiri kenapa kita tdk pernah bosan makan nasi yg notabene rasanya sama tiap hari ����.
HapusItu krna lauknya beda2. Bgtu jga dgn rasa bosan. (Silahkan dimaknai sendiri) kk ✌��
Tx kk... Sangat Membntu🙏
HapusOkey siap kaka..
HapusThank you buat infonya kk. Sangat membantu utk kami anak kos di rantauan yang mulai rasa jenuh dengan keadaan. Kalau saya tidak mau merasa cemas, tapi lebih ke rasa 'galau', rindu orng2 trsayang yg mulai mencemaskan keadaan saya��curhat��
BalasHapusMkasih ka wi tulisannya mnmbhkn satu contoh untuk oga ttng reinforcement positive. 😊
BalasHapus